Ini Penyebab dan Solusi Mengatasi Pemanasan Global

Ini Penyebab dan Solusi Mengatasi Pemanasan Global

Solusi.org. Artikel kali ini akan mengulas mengenai penyebab dan solusi mengatasi pemanasan global. Apa itu pemanasan global? Pemanasan Global atau Global Warming merupakan peristiwa peningkatan atau naiknya suhu rata-rata di bumi seperti atmosfer, daratan dan laut. Jadi dalam seratus tahun terakhir suhu permukaan bumi itu naik antara 1.1° Celcius hingga 6.4° Celcius, data peningkatan suhu tersebut berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC). Peningkatan tersebut terjadi antara tahun 1990 sampai 2100 mendatang.

Bagaimana sih mengukur pemanasan global (Global Warming) itu?

Jadi awalnya dimulai ketika pada awal tahun 1896, banyak ilmuwan berkesimpulan bahwa hasil dari pembakaran bahan bakar fosil akan menyebabkan terjadinya peningkatan suhu global bumi dan ini juga berdampak pada kondisi atmosfer bumi. Kemudian hasil penelitian dari International Geophysical Year menemukan bahwa di atmosfer bumi, konsentrasi dari kabon dioksida hasil dari pembakaran bahan bakar fosil mengalami peningkatan adapun sampel penelitiannya diambil dari sampel atmosfer di gunung puncak Mauna Loa di Hawaii, Amerika Serikat. Dugaan para ilmuwan bahwa iklim bumi kian menghangat namun belum ada bukti-bukti ilmiah mengenal hal tersebut.

Pengukuran Pemanasan GlobalKemudian pada tahun 1980-an, data-data yang dikumpulkan menunjukan kecendrungan iklim global yang semakin menghangat. Tetapi data tersebut masih sangat sedikit dan belum bisa dipercaya. Hingga kemudian statsiun cuaca melakukan pengukuran suhu dengan melihat kondisi panas bangunan dan juga panas kendaraan serta panas material dari bangunan dan jalan. Sejak saat itu tepatnya tahun 1957, teknik pengukuran tersebut banyak digunakan yang kemudian akan menghasilkan data-data yang dapat dipercaya dan lebih akurat. Selain itu data-data pendukung juga berasal dari data satelit. Dan hasilnya memang benar, bahwa terjadi kecendrungan suhu bumi yang kian menghangat.

Kemudian sebuah organisasi yang aktif melakukan penelitian tentang pemanasan global yaitu Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) merilis data pada tahun 2001, publikasinya dapat dibaca di http://www.grida.no/climate/ipcc_tar/. IPCC menyebutkan bahwa suhu bumi meningkat 0.6 ° Celcius atau sekitar 1 ° Fahrenheit sejak tahun 1861. Dan IPCC memprediksi bahwa suhu bumi akan meningkat 1.1 °C hingga 6.4° Celcius dari tahun 1990 hingga tahun 2100.

Mengapa Suhu Bumi Terus Menghangat?

Suhu bumi terus menghangat dan terus meningkat karena karbon dioksida yang berada di atmosfer bumi terus bertambah akibat peningkatan emisi gas rumah kaca dan hal tersebut dapat meningkat berkali-kali lipat pada awal abad 22. Dan hal ini semakin mengkhawatirkan. Dan inilah yang disebut sebagai pemanasan global atau Global Warming. Banyak organisasi lingkungan yang peduli terhadap pemanasan global aktif melakukan kampanye tentang bahaya pemanasan global di seluruh dunia.

Apa penyebab dari pemanasan global ini?

Sudah banyak penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan untuk menjelaskan penyebab dari pemanasan global atau global warming ini. Berikut penyebab dari pemanasan global ini :

Efek Rumah Kaca

Efek Rumah KacaIni merupakan salah satu penyebab utama meningkatkan suhu permukaan bumi sehingga menyebabkan terjadinya global warming. Seperti yang kita ketahui bahwa sumber energi kehidupan di bumi ditopang oleh matahari. Cahaya matahari yang sampai ke bumi kemudian berubah menjadi panas dan kondisi ini akan menghangatkan permukaan bumi. Panas ini diserap dan sebagian lagi dipantulkan kembali. Panas matahari yang terperangkap di permukaan bumi disebabkan oleh gas rumah kaca seperti metana, karbon dioksida, uap air dan juga sulfur. Sehingga panas yang tersimpan terus menerus akan meningkatkan suhu permukaan bumi setiap tahun. Itulah yang kemudian disebut sebagai gas rumah kaca. Karena tingginya konsentrasi dari gas-gas tersebut seperti metana atau karbon dioksida maka panas yang terperangkap semakin banyak di bumi dan tidak dapat dipantulkan kembali.

Meskipun panas matahari sangat dibutuhkan oleh semua mahluk di permukaan bumi namun jika gas rumah kaca semakin bertumpuk di atmosfer bumi maka bumi akan semakin panas dan menyebabkan terjadinya pemanasan global (global warming). Pembakaran bahan bakar fosil menyebabkan tingginya konsentrasi karbon dioksida atau gas rumah kaca di atmosfer. Sebenarnya suhu rata-rata di bumi adalah 15 °Celcius namun itu terus meningkat hingga 33 °Celcius bahkan lebih, tetapi jika tidak ada efek rumah kaca maka bumi akan sangat dingin dan es akan menutupi semua permukaan di bumi.

Variasi Matahari

Variasi MatahariVariasi matahari merupakan salah satu penyebab dari pemanasan global hal ini berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan dalam rangka mengetahui penyebab pasti dari pemanasan global selain efek rumah kaca. Jadi variasi matahari ini merupan berubahnya jumlah energi radiasi yang dipancarkan oleh matahari. Variasi matahari diukur melalui satelit oleh para ilmuwan. Siklus 11 tahunan sangat berpengaruh terhadap variasi matahari. Menipisnya lapisan ozon di atmosfer bumi maka peningkatan aktifitas matahari sehingga stratosfer bumi memanas. Selain itu aktifitas gunung berapi di bumi juga memberikan efek pemanasan global namun itu dipercaya sudah berakhir pada tahun 1950.

Efek Umpan Balik

umpan balik pemanasan globalPara ilmuwan iklim berkesimpulan bahwa efek umpan balik menjadi salah salah satu penyebab dari meningkatkan pemanasan global. efek umpan balik sebagai sebuah proses, contohnya penguapan air. Seperti kita ketahui bahwa uap air merupakan salah satu dari gas rumah kaca. Efek rumah kaca yang dihasilkan oleh pengupan air di atmosfer sehingga menimbulkan uap air lebih besar dibanding dengan karbon dioksida. Namun uap air di atmosfer tidak bertahan lama sebab akan berubah menjadi hujan dan karbon dioksida bertahan lebih lama diatmosfer bumi.

Kemudian efek umpan balik lainnya yaitu hilangnya kemampuan es dalam memantulkan cahaya matahari kembali. Hal ini disebabkan peningkatan suhu bumi yang kemudian menyebabkan es di kutub mencair atau meleleh. Daratan dan laut juga memiliki kemampuan memantulkan cahaya namun lebih sedikit dibandingkan dengan es.

Dampak dari Pemanasan Global Seperti apa?

Sudah banyak ilmuwan yang terus mempelajari dampak dari fenomena pemanasan global ini. adapun dampak dari pemanasan global ini sebagai berikut :

Meningkatnya tinggi permukaan laut

Meningkatkan permukaan lautIni merupakan hal yang paling banyak dibicarakan oleh banyak ilmuwan yaitu meningkatya tinggi permukaan laut. Penyebabnya adalah mencairnya es di kutub akibat pemanasan global sehingga volume air laut bertambah. Dari data yang dirilis oleh para ilmuwan IPCC bahwa tinggi permukaan laut telah naik hingga 25 Cm selama abad 20 dan akan bertambah hingga 80 Cm di abad 21. Akibatnya peningkatan permukaan laut ini maka pulau-pulau akan tenggelan diberbagai dunia.

Meningkatnya suhu global

Perubahan suhuIni tentu merupakan salah satu dampak global warming. Meningkatnya suhu global akan menjadikan lahan pertanian bisa menjadi semakin kering seperti yang terjadi di Afrika. Tumbuhan tidak dapat tumbuh. Daerah gurun akan lebih parah juga akibat lahan pertanian yang semakin kering. Meskipun banyak orang yang beranggapan bahwa jika bumi semakin menghangat maka banyak makanan yang dapat dihasilkan namun dibeberapa tempat didapatkan jawaban yang berbeda.

Perubahan cuaca

perubahan cuaca iklimPerubahan cuaca akibat pemanasan global menjadikan munculnya banyak bencana seperti badai, banjir ataupun kebakaran. Dari hal tersebut kemudian memunculkan penyakit seperti diare, trauma dan lain-lain. Perubahan cuaca juga menngakibatkan terjadinya kondisi gagal panen yang dialami oleh petani. penyakit lain yang ditimbulkan oleh perubahan cuaca adalah heat stroke hingga kematian akibat kepanasan seperti yang baru-baru dialami oleh penduduk di India.

Iklim yang tidak stabil

perubahan cuacaBanyak ilmuwan yang berpendapat bahwa pemanasan global mengakibatka
n beberapa daerah di dunia cenderung lebih panas dibanding di daerah lain yang ada di Bumi. Daerah yang sebelumnya memiliki curah hujan banyak namun akan berkurang, begitu juga daerah yang biasanya turun salju ringan tmaka tidak akan turun salju lagi. Selain itu masa bercocok tanam akan panjang di beberapa daerah dan suhu cederung meningkat pada malam hari. Selain itu badai atau topan akan sering terjadi akibat perubahan iklim yang tidak stabil. Bahkan banyak ilmuwan yang memprediksi bahwa cuaca akan lebih semakin ekstrim dan tidak dapat diprediksi.

Bagaimana Solusi Mengatasi Pemanasan Global?

Sejak isu pemanasan global ramai dibicarakan, tahun 1992, 150 negara sepakat dalam menghadapi masalah gas rumah kaca, hal ini dideklarasikan di Earth Summit di Rio De Jeneiro, Brazil. Kemudian kesepakatan tersebut diperkuat oleh 160 negara dalam sebuah persetujuan yang terkenal dengan nama Protokol Tokyo, ini dicetuskan pada tahun 1997 di Jepang. Isinya berupa seruan kepada negara-negara industri untuk melakukan pemotongan emisi gas rumah kaca ke level 5 persen hingga 8 persen. Sebab negara-negara industri seperti Amerika dan negara uni eropa terkenal produksi rumah kaca yang tinggi.

Namun pembatasan emisi karbon dioksida di negara-negara Industri sangat sulit untuk dilakukan sebab membutuhkan biaya besar untuk itu, namun di Belanda, pengurangan emisi berhasil dilakukan selain itu Rusia juga berhasil melakukan hal demikian guna mengatasi pemanasan global.

Pencegahaenergi ramah lingkungann produksi karbon dioksida secara berlebihan merupakan salah satu solusi mengatasi pemanasan global, selain itu, cara lain yaitu dengan mengurangi produksi gas rumah kaca yang banyak dihasilkan terutama di negara-negara Industri seperti Eropa, Amerika ataupun juga China yang terkenal dengan negara dengan tingkat polusi yang tinggi. Meskipun konsumsi bahan bakar fosil terus menerus meningkat setiap tahun namun pencegahan terhadap pemanasan global sangat penting dilakukan, sebab kerusakan yang ditimbulkan di masa depan akan sangat mengganggu keberlangsungan mahluk hidup yang ada di bumi.

Selain itu penggunaan energi ramah lingkungan ramah lingkungan (green energy) merupakan salah satu solusi mengatasi pemanasan global. Sebab energi ramah lingkungan merupakan sumber energi yang tidak mencemari lingkungan dan juga terbarukan sehingga sangat baik sebagai pengganti energi fosil yang banyak mengakibatkan meningkatnya pemanasan global.

Itulah sedikit informasi mengenai penyebab dan solusi mengatasi pemanasan global. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian. 🙂

Tentang Penulis

"...Menulis seperti memahat sebuah peradaban, semoga selembar artikel yang saya tulis hari ini, bisa jadi menjadi sumber inspirasi bagi jutaan orang di masa yang akan datang."